Senada dengan itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar, Iqbal Ramadipayana menjelaskan secara umum ketersediaan pangan di Sumbar berada dalam kondisi aman. Namun demikian, beberapa komoditas seperti jagung, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng perlu mendapat perhatian melalui langkah antisipatif, termasuk penguatan cadangan pangan, operasi pasar, serta kerja sama antar daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar, Nurul Hasanudin mengingatkan agar Pemerintah Daerah menfokuskan program pengendalian inflasi di pusat-pusat perdagangan utama di Sumbar, seperti Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Dharmasraya. Sebab, pergerakan harga di wilayah tersebut sangat memengaruhi tingkat inflasi regional.
"Selain pengendalian di sektor wilayah. Pengendalian juga perlu dilakukan terhadap komoditas penyumbang inflasi musiman seperti cabai merah, volatilitas harganya sangat dinamis karena dipengaruhi oleh siklus produksi dan panen," ucap Nurul Hasanudin
Diskusi Forkopimda tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta memastikan Sumbar berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan. Hasil diskusi ini akan menjadi bahan penyampaian Gubernur bersama Forkopimda Sumbar saat mengikuti Rakornas bersama Presiden yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri di Sentul Internasional Convention Center (SICC) pada Senin (2/2) nanti. (adpsb/bud)