CARAPANDANG - Kabar yang mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi korban serangan rudal Iran yang menghantam kediamannya masih belum dapat diverifikasi kebenarannya. Berdasarkan penelusuran fakta dari sejumlah media internasional, tidak ditemukan bukti valid yang mengonfirmasi peristiwa tersebut, dan pemerintah Israel secara tegas membantahnya.
Spekulasi mengenai kondisi Netanyahu mencuat setelah media Iran, Tasnim News Agency, menerbitkan laporan pada Senin (9/3/2026) yang menyebut kemungkinan Netanyahu terluka atau tewas dalam serangan rudal.
Kantor berita yang memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) itu mendasarkan spekulasinya pada sejumlah indikasi tidak langsung, seperti ketidakhadiran Netanyahu di depan publik, peningkatan pengamanan di sekitar kediamannya, serta penundaan kunjungan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff.
Meski demikian, laporan tersebut tidak menyertakan bukti visual atau konfirmasi resmi dari sumber independen.
Pihak berwenang Israel langsung merespons dengan membantah keras klaim tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel sebelumnya masih menunjukkan aktivitas Netanyahu, termasuk kunjungannya ke lokasi dampak serangan di Kota Beersheba pada 6 Maret lalu dan pernyataan resmi yang dirilis pada 7 Maret.