Beranda Inspirasi Kenali 5 Fakta Task Masking, Kebiasaan Pura-pura Kerja yang Semakin Marak

Kenali 5 Fakta Task Masking, Kebiasaan Pura-pura Kerja yang Semakin Marak

Pernah merasa pekerjaanmu sudah selesai, tapi kamu tetap duduk di depan laptop sambil membuka beberapa dokumen agar terlihat sibuk? Fenomena seperti ini ternyata memiliki istilah, yaitu task masking atau productivity theatre

0
5 Fakta Task Masking, Kebiasaan Pura-pura Kerja yang Semakin Marak

Gak semua pemimpin menganggap karyawan yang paling lama berada di kantor sebagai yang paling produktif. Di lingkungan kerja yang sehat, hasil pekerjaan, kualitas kontribusi, serta kemampuan menyelesaikan masalah justru menjadi indikator yang lebih penting daripada sekadar terlihat sibuk sepanjang hari. Karena itu, bekerja secara efektif dan mampu mencapai target biasanya akan lebih dihargai dibanding hanya menghabiskan banyak waktu di tempat kerja.

Larson Ong, salah satu pendiri Visual Studio Singapore, menjelaskan bahwa ia lebih menghargai karyawan yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dibanding orang yang hanya terlihat terus bekerja. Menurutnya, ketika tugas utama selesai, kamu bisa menggunakan waktu yang tersisa untuk membantu rekan kerja, mempelajari proses bisnis lain, atau mencari peluang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Cara seperti ini jauh lebih bermanfaat dibanding mempertahankan citra sibuk tanpa menghasilkan kontribusi baru.

5. Gunakan waktu luang untuk mengembangkan diri

Menyelesaikan pekerjaan lebih cepat sebenarnya bisa menjadi keuntungan. Waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk mengikuti pelatihan singkat, mempelajari keterampilan baru, mengevaluasi proses kerja, atau mencari cara agar pekerjaan berikutnya menjadi lebih efisien. Kebiasaan seperti ini akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi perkembangan kariermu.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here