Gejala lain yang kerap menyertai antara lain sakit kepala hebat secara tiba-tiba, gangguan penglihatan, pusing, kehilangan keseimbangan, serta mati rasa pada satu sisi tubuh.
Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan di rumah sakit, semakin besar peluang pemulihan dan mencegah kecacatan permanen.
Dokter Spesialis Saraf dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menegaskan bahwa faktor risiko stroke meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula dan kolesterol, berhenti merokok, rutin berolahraga, mengatur pola makan seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada stroke.
Penanganan cepat dalam periode emas atau golden period sangat menentukan keselamatan pasien dan kualitas hidup setelah serangan stroke.