Sehingga program revitalisasi sekolah ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sebab sarana dan prasarana yang baik akan mendukung tumbuhnya semangat belajar, kreativitas, serta suasana pembelajaran yang menggembirakan.
Tidak hanya itu, program revitalisasi sekolah juga berdampak pada bidang ekonomi. Sebab, program yang dijalankan secara swakelola dan gotong royong ini dapat menggerakkan perekonomian di daerah.
Prinsip swakelola dan gotong royong diterapkan agar proses revitalisasi infrastruktur pendidikan dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan memberdayakan ekonomi lokal. Melalui pendekatan ini, proyek perbaikan sekolah bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dan kecamatan. Keberadaan proyek ini membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam pekerjaan, yang harapannya dapat meningkatkan perekonomian daerah.
Seperti disampaikan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto bahwa dari total anggaran sebesar Rp16,917 triliun, dampak ekonomi yang dihasilkan diperkirakan sudah dapat mencapai lebih dari Rp18-20 triliun.
Dia mengatakan melalui langkah tersebut pemerintah berharap dapat menciptakan efek domino yang bermanfaat tidak hanya bagi sektor pendidikan, tetapi juga bagi sektor-sektor lain yang terkait dengan perekonomian daerah (khususnya masyarakat sekitar sekolah).