CARAPANDANG - Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengungkapkan bahwa eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok energi Indonesia.
Dengan kondisi kawasan Teluk makin memanas dan Selat Hormuz ditutup, ini menyebabkan terganggunya distribusi kargo dari Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut, ada kargo dari Arab Saudi yang seharusnya menuju Indonesia menjadi tertahan.
"Ya, jadi memang dengan adanya perang Amerika, Israel melawan Iran, ini memang berdampak kepada pasokan karena terutama melewati Selat Hormuz. Nah pada saat ini, ada kargo yang tertahan dari Arab Saudi menuju ke Indonesia," ungkap Bambang kepada CNBC Indonesia, Senin (2/3/2026).
"Hari ini, Indonesia itu mengimpor tiga jenis barang dari Arab Saudi. Yang pertama itu crude, yang kedua produk BBM itu adalah bensin atau Pertalite, kemudian yang ketiga adalah LPG," paparnya.
Bambang pun telah meminta pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM untuk segera melakukan koordinasi lanjutan. Pendekatan secara Business to Business (B2B) antara Pertamina dengan mitra dagang lain di luar Arab Saudi dinilai perlu segera dieksekusi, mengingat pasokan energi global tidak hanya bergantung pada satu sumber negara saja.