Beranda Komunitas Ketika Musik Rock Selezat Kue Balok

Ketika Musik Rock Selezat Kue Balok

Kalau sebuah band ingin didengar, mereka harus benar-benar bermain. Dan kalau ingin punya lagu, mereka harus membuat lagu.

0
Istimewa

CARAPANDANG - Oleh: A Eddy Adriansyah (kontributor Carapandang)

Saya datang ke Ngabandungan Festival 2026 di GOR Padjadjaran, Bandung, pada long weekend 22-25 Agustus bukan untuk mencari masa muda. Saya cuma datang untuk menonton musik. Lagipula, masa muda rasanya terlalu jauh untuk dikejar. Kalau dipaksakan mengejar, mungkin yang saya temukan bukan masa muda, melainkan pegal-pegal sekujur badan.

Tetapi sore itu, setelah Asar, saya bertemu dengan band blunt_id. Dan tanpa susah payah menemukan masa muda kembali. Ia datang dalam bentuk : lima orang yang sudah lebih dari tiga dekade bermain musik bersama, sebuah panggung dengan sound system menggelegar tapi masih enak didengar, dan ini dia, sisipan yang tidak bisa dilupakan pada pertemuan itu, satu loyang kue balok lumer yang lagi hits di Bandung, dari resep kue premium lapak The Baloks Mang Agum.

Kue yang rasanya mengungguli rasa kue mahal chef pastry Inggris saat saya jadi diaspora itu, saya dapatkan secara gratis. Saya ditraktir langsung oleh vokalis blunt_id, Andri namanya. Wah, kalau semua konser selalu dimulai dengan cara seperti ini, mungkin saya akan menjadi penggemar musik yang jauh lebih rajin.

Saya bertemu dengan mereka sebelum dan setelah mereka tampil. Tidak ada suasana serius seperti layaknya sebuah band sebelum beraksi menaklukkan pentas. Mereka terlihat seperti orang-orang yang sudah lama bermain musik, tahu bagaimana menikmati suasana, dan punya kemampuan diatas rata-rata untuk bercanda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here