Partai Golkar menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu kadernya. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa pihaknya menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut.
"Kami sangat berduka, sedih, dan marah atas peristiwa ini," ujar Sarmuji kepada wartawan di Jakarta.
Sementara itu, DPD I Partai Golkar Maluku juga mendesak polisi mengungkap aktor utama di balik aksi penikaman ini.
Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar A. Lessy, menilai peristiwa ini berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan situasi keamanan di daerah.
"Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Tindakan penikaman ini merupakan perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Umar.
Polda Maluku mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.
"Kami mengimbau untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif," kata Rositah.
Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto telah memerintahkan jajarannya untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas.
Polisi memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik.