CARAPANDANG – Ketua Partai Demokrat Israel Yair Golan menduga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sengaja memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah untuk mempertahankan kekuasaannya di Israel.
Dia menilai, alih-alih mengakhiri konflik melalui jalur diplomasi atau kemenangan yang tegas, Netanyahu justru mempertahankan situasi perang untuk kepentingan politik domestik.
"Netanyahu telah menjadikan keamanan nasional sebagai alat untuk kelangsungan politiknya,” ujarnya saat meninjau dampak serangan di Kota Arad, Sabtu waktu setempat.
Seperti dilansir The Times of Israel, Senin 23 Maret 2026, Golan mengatakan bahwa kondisi siaga perang sengaja dipelihara guna menghindari pemilihan umum yang berpotensi mengancam posisi Netanyahu sebagai kepala pemerintahan.
Selanjutnya dia memandang Netanyahu tidak segera mencari penyelesaikan konkret, tapi yang dia tempuh adalah memperpanjang konflik.