Sebagai seorang tokoh yang menguasai lebih dari 9 bahasa (termasuk Belanda, Inggris, Arab, Prancis, dan Jerman), kecerdasan dan kefasihannya membuat lawan politiknya di dunia internasional segan. Ketajaman berpikirnya di forum dunia mampu memperjuangkan kedaulatan Indonesia secara elegan meskipun negara kita saat itu baru saja merdeka.
2. Integritas Tanpa Batas dan Kesederhanaan
Walaupun memiliki posisi sangat penting bagi negara, kehidupan beliau sangat jauh dari kemewahan. Beliau pernah menjabat Menteri Luar Negeri tetapi tidak mampu membeli sepatu baru, sehingga harus berjalan kaki ke kantor dengan mengenakan sandal jepit. Beliau juga menolak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.
3. "Leher Kambing" dan Sindiran Berkelas
Ketegasan dan kecerdasan beliau dibalut dengan rasa humor yang tinggi. Suatu ketika, saat berpidato di hadapan banyak orang di masa penjajahan, ada pihak yang mencoba mengejeknya dengan melemparkan kulit pisang dan meniru suara kambing "mbeeek". Agus Salim tidak marah. Beliau menghentikan pidato, menyesuaikan janggut dan surbannya, lalu berkata santai: "Ternyata bukan saja manusia yang tertarik mendengarkan pidato saya, tetapi kambing pun ikut mendengarkan dan mengangguk-angguk setuju." Ejekan tersebut seketika berbalik menjadi tawa dukungan untuknya.
4. Pengorbanan Total untuk Bangsa