"Kami akan melihat di pidato nota keuangan beliau (Presiden) tanggal 16 Agustus, tapi kami meyakini bahwa Presiden kita ini sudah memikirkan, apalagi beliau selalu di mana-mana mengatakan bahwa kesejahteraan guru menjadi yang prioritas," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyoroti kebocoran anggaran akibat praktik laporan ekspor palsu oleh pengusaha yang merugikan keuangan negara hingga ribuan triliun rupiah sehingga turut berdampak pada gaji guru.
"Kita telah rugi 908 miliar dolar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun. Rp15 ribu triliun, saudara-saudara, ini semua data keluar, saya ingin sampaikan dalam forum ini," kata Presiden dalam pidatonya pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, kemarin.
Presiden menyatakan dirinya ingin memberi pemahaman kepada para kiai yang hadir di Munas dan Konbes NU bahwa kebocoran anggaran tersebut yang menyebabkan negara kekurangan anggaran dan berdampak pada gaji guru serta pegawai negeri.
"Saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya, kan? Karena uangnya enggak ada," kata Presiden.