Di dalam satu tumor pun terdapat kelompok sel yang beragam. Sebagian tumbuh cepat, sebagian lebih lambat, dan sebagian dapat bertahan setelah pengobatan. Sel yang bertahan inilah yang kadang tumbuh kembali dan membuat penyakit sulit dikendalikan.
Kanker juga dapat menyebar ke organ lain. Proses ini disebut metastasis. Ketika telah menyebar, sifat sel kanker di tempat baru bisa berbeda dari tumor asalnya. Itulah sebabnya dokter sering memerlukan pemeriksaan berulang untuk memahami perubahan penyakit dan memilih terapi yang paling sesuai.
Selain itu, tumor tidak hidup sendirian. Ia berada di tengah pembuluh darah, jaringan penunjang, dan sel-sel kekebalan tubuh. Lingkungan di sekitar tumor dapat melindunginya dari obat atau menghambat kerja sistem imun. Karena itu, pengobatan kanker bukan sekadar membunuh satu jenis sel, melainkan menghadapi penyakit yang terus berubah.
Sistem imun bisa dikelabui
Sistem imun memiliki kemampuan mengenali sel yang tidak normal. Namun, sel kanker berasal dari sel tubuh sendiri sehingga tampilannya sering mirip dengan sel sehat. Sistem imun harus berhati-hati agar tidak menyerang jaringan normal.
Kanker memanfaatkan keadaan tersebut. Sebagian tumor dapat menyamarkan tanda pengenal atau mengirimkan sinyal yang membuat sel imun melemah. Salah satu contohnya adalah hubungan antara PD-1 dan PD-L1, yang bekerja seperti pedal rem pada sel imun.