Menbud juga menekankan pentingnya pelestarian Candi Jabung dari berbagai ancaman, baik vandalisme maupun faktor alam, mengingat lokasinya yang berada di kawasan pesisir. Selain itu, ia mendorong pemanfaatan candi secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang.
“Kawasan Candi Jabung bisa dikembangkan sebagai ekosistem budaya, mulai dari festival seni, tradisi lokal, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Kunjungan Menbud Fadli Zon yang didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heriyani disambut oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris beserta Forkopimda dan Pemuka Penghayat Kepercayaan Dang Hyang Sambara Sagara.
Sementara Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian upaya penguatan dan revitalisasi situs budaya di Kabupaten Probolinggo.
“Itu merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya kami bersama-sama meninjau kawasan Tengger dan Bromo hingga proses revitalisasi Museum Tengger," katanya.
Rencananya Museum Tengger yang telah direvitalisasi akan diresmikan oleh Menbud pada Senin ini dan sekaligus mengunjungi Candi Japung yang menjadi salah satu ikon sejarah daerah Kabupaten Probolinggo.
Meskipun Candi Japung berasal dari masa yang berbeda dengan budaya Tengger, lanjut dia, seluruh peninggalan tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Probolinggo.