"Padahal harusnya masa-masa awal itu yang penting ditekankan adalah logikanya. Karena logikanya, maka seringkali itu hanya bermain-main saja sementara di sini sudah ditekankan pada hitung-hitungan matematika, sudah pakai rumus-rumus yang seharusnya tidak diberikan pada masa awal," jelasnya.
Mu’ti juga menyinggung adanya anggapan negatif terhadap matematika yang berkembang di kalangan siswa akibat pengalaman belajar yang sulit sejak dini.
"Sehingga ada yang bilang matematika itu mati-matian. 'Pelajarannya apa? Mati-matian' gitu," lanjutnya disambut tawa hadirin.
Berdasarkan data Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) pimpinan Toni Toharudin, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP yang baru diselenggarakan menunjukkan capaian matematika siswa masih belum maksimal.
"Dan ternyata hasil tes TKA kita tadi Pak Toni menunjukkan sudah diketahui hasilnya yang dua hari ini, yang tes kemarin sudah diketahui hasilnya juga enggak jauh-jauh beda dengan yang tes SMA. Matematikanya akan segitu," ujar Mu'ti.
"Dari 30 soal itu tadi Pak Toni menunjukkan berapa yang paling banyak jawabannya itu nanti akan kita umumkan, tapi sudah bisa diketahui memang masalah kita masih belum terselesaikan," pungkasnya.