CARAPANDANG.COM, LHASA -- Cagar Alam Nasional Changtang, sebuah kawasan alam terbuka di ketinggian 4.500 meter di utara Xizang, China barat daya, dijuluki sebagai "surga bagi satwa liar". Cagar alam ini merupakan tempat perlindungan bagi satwa liar langka, seperti antelop Tibet, yak liar, dan keledai liar Tibet, tempat mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Cagar alam ini merupakan rumah bagi 10 satwa liar yang mendapatkan perlindungan tingkat pertama nasional dan 21 satwa liar yang mendapatkan perlindungan tingkat kedua nasional di China. Sejak 2015, sebanyak 73 stasiun konservasi satwa liar telah didirikan di Changtang, dengan total 780 petugas konservasi. Para petugas konservasi melakukan patroli rutin untuk mempelajari situasi hewan, mencegah perburuan liar, dan mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. Dengan pengetahuan mendalam tentang medan dan perilaku hewan, mereka bertugas sebagai penjaga ekosistem yang berdedikasi di kawasan alam terbuka nan terpencil ini.
Petugas konservasi satwa liar Gesang Lhundrup (kiri) dan Norbu dari Nagqu memeriksa kondisi kesehatan seekor anak yak liar di Cagar Alam Nasional Changtang di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 8 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Jiang Fan)
Petugas konservasi satwa liar Norbu (kiri) dan rekannya dari Nagqu memberi susu kepada anak-anak yak liar di Cagar Alam Nasional Changtang di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 8 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Jiang Fan)