Beranda Sains & Teknologi Mengenal Blitzkrieg, Strategi Perang Kilat ala Hitler yang Mengubah Wajah Perang Dunia II

Mengenal Blitzkrieg, Strategi Perang Kilat ala Hitler yang Mengubah Wajah Perang Dunia II

Secara operasional, Blitzkrieg menggabungkan serangan tank (Panzer), infanteri bermotor, artileri bergerak, dan dukungan udara dari Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe).

0
Adolf Hitler (Wikipedia)

Pasukan Jerman berhasil melewati garis pertahanan Maginot—yang selama ini dianggap tak tertembus—dengan bergerak cepat melalui wilayah Ardennes, sebuah kawasan yang dinilai sekutu sulit dilalui pasukan besar.

Namun, Blitzkrieg bukanlah doktrin militer resmi tertulis dalam dokumen Wehrmacht, melainkan istilah yang kemudian digunakan para pengamat dan sejarawan untuk menggambarkan pola perang Jerman.

Strategi ini berkembang dari pemikiran militer Jerman pasca-Perang Dunia I yang menekankan manuver cepat dan perang ofensif untuk menghindari kebuntuan perang parit.

Keberhasilan Blitzkrieg mulai mengalami hambatan ketika Jerman melancarkan Operasi Barbarossa, invasi ke Uni Soviet pada Juni 1941.

Luas wilayah, perlawanan sengit Tentara Merah, kondisi cuaca ekstrem, serta masalah logistik membuat strategi perang kilat kehilangan efektivitasnya. Perang pun berubah menjadi konflik jangka panjang yang menguras sumber daya Jerman.

Sejarawan menilai Blitzkrieg sebagai salah satu inovasi militer paling berpengaruh dalam sejarah perang modern.

Meski akhirnya gagal membawa kemenangan total bagi Jerman Nazi, strategi ini meninggalkan dampak besar terhadap perkembangan doktrin militer di berbagai negara setelah Perang Dunia II.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here