Dokter spesialis kedokteran tidur bersertifikat dan direktur medis Sleep Cycle Center, Andrew Valenzuela, MD mengatakan ada sebagian orang yang memetabolisme atau memecah kafein dengan sangat lambat. Mereka sebaiknya memberikan jeda yang lebih panjang antara konsumsi kafein dan waktu tidur.
“Aturan sederhananya adalah menetapkan batas konsumsi kafein setidaknya 8 hingga 10 jam sebelum waktu tidur yang ditargetkan,” kata Valenzuela.
Selain itu, dosis pada kafein juga berpengaruh. Secara umum, dibutuhkan kafein dalam jumlah cukup besar untuk mengganggu tidur secara signifikan. Namun, waktu konsumsi tetap menjadi faktor penting.
Dr. Valenzuela mengutip sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa 400 miligram kafein, setara dengan sekitar 4 cangkir kopi, mengurangi total waktu tidur lebih dari satu jam ketika dikonsumsi enam jam sebelum tidur.
Jika seseorang tidur pukul 22.00, mengonsumsi kafein dalam jumlah besar hingga pukul 16.00 dapat memengaruhi tidur dan tingkat energi pada hari berikutnya.
Penelitian lain menunjukkan bahwa batas konsumsi mungkin perlu dibuat lebih awal ketika dosis kafein yang dikonsumsi sangat tinggi.
“Uji klinis terbaru dalam bidang kedokteran tidur menunjukkan bahwa dosis tinggi yang dikonsumsi dalam rentang 8 hingga 12 jam sebelum tidur secara signifikan meningkatkan fragmentasi tidur dan menunda waktu untuk tertidur,” tambah Dr. Valenzuela.