Beranda Inspirasi Menjaga Api Istiqomah Amal Ramadan Tetap Berjalan Disyawal

Menjaga Api Istiqomah Amal Ramadan Tetap Berjalan Disyawal

Kita tahu bahwa tujuan disyariatkannya puasa Ramadhan adalah membentuk hamba Allah yang bertakwa sepanjang hayat.. Dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat selamanya, maka orang yang cerdas adalah yang menyiapkan bekal terbaiknya untuk menghadapi kehidupan abadi

0
api amal Ramadan tetap jalan di bulan Syawal

Syawal adalah pembuktian. Jika Ramadhan adalah masa latihan (training), maka Syawal dan bulan-bulan setelahnya adalah masa pertandingan yang sesungguhnya. Apakah nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan kedermawanan yang kita pupuk kemarin masih bersemi? Ataukah ia layu begitu saja saat godaan dunia kembali memanggil?

Salah satu indikasi utama diterimanya amal shaleh kita adalah kemudahan untuk melakukan ketaatan berikutnya. Sebagaimana kaidah yang disebutkan para ulama: “Balasan dari satu kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.” (Ibnu Rajab, Lathā’ifu al-Ma’ārif, 394). Jika hari ini di bulan Syawal, langkah kaki kita masih ringan menuju masjid, lisan kita masih basah dengan zikir, dan mata kita masih enggan melihat yang haram, maka bergembiralah. Itu adalah tanda bahwa Allah telah menerima Ramadhan kita dan sedang membimbing kita menuju jalan istiqamah.

Allah SWT memerintahkan kita untuk konsisten beribadah tanpa batas waktu melalui firman-Nya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini/ajal.” (QS. Al-Hijr [15]: 99). Beribadah kepada Allah itu sepanjang hayat, bukan musiman sesaat. Selama nyawa masih dikandung badan, maka tidak ada kata pensiun untuk pengabdian.

Bagaimana cara kita menjaga agar api amal tetap menyala di bulan Syawal ini? 

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here