Merujuk pada tujuan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, Araghchi mengatakan Teheran sependapat dengan tujuan tersebut.
“Karena itu, saya melihat adanya kemungkinan pembicaraan lanjutan jika tim perunding Amerika Serikat mengikuti apa yang disampaikan Presiden Trump,” ujarnya. “Yakni mencapai kesepakatan yang adil dan setara untuk memastikan tidak ada senjata nuklir.”
“Namun tentu saja, sebagai imbalannya kami mengharapkan pencabutan sanksi,” tambahnya.
Araghchi menolak perluasan agenda perundingan yang mencakup program rudal balistik Iran atau kelompok-kelompok sekutu regionalnya. Ia mengatakan para perunding tidak seharusnya mengejar hal-hal yang “tidak mungkin.”
Terkait kemungkinan perang dengan AS, ia mengatakan konflik semacam itu akan menjadi “bencana bagi semua pihak.” Menurutnya, karena pangkalan militer AS tersebar di berbagai negara di kawasan, pertempuran tidak terelakkan akan melibatkan banyak negara.
Araghchi mengatakan Iran telah mengambil pelajaran dari konflik sebelumnya dengan Israel dan telah menguji kemampuan rudalnya dalam pertempuran nyata, sehingga meningkatkan pemahaman atas kekuatan dan kelemahannya.
“Saya kira kami kini sangat siap. Namun, kesiapan tidak berarti kami menginginkan perang,” katanya. “Kami ingin mencegah perang.”