CARAPANDANG - Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Dan Driscoll, secara resmi mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Donald Trump pada Senin (31/8/2026). Langkah ini diambil setelah berbulan-bulan terjadi ketegangan dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Driscoll, yang menjabat selama sekitar 18 bulan, telah lama berselisih dengan Hegseth. Salah satu sumber ketegangan adalah pemecatan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George pada bulan April oleh Hegseth, yang merupakan sekutu dekat Driscoll.
Driscoll dan George sebelumnya bekerja sama secara erat dalam mengelola Departemen Angkatan Darat.
Tidak ada alasan spesifik yang diberikan dalam pengumuman resmi mengenai pengunduran diri Driscoll. Namun, konflik internal ini terjadi di tengah perang AS melawan Iran yang memasuki bulan ketujuh.
Kondisi ini berpotensi membuat Angkatan Darat tidak memiliki pimpinan tetap, baik dari kalangan sipil maupun militer aktif.
Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih, Anna Kelly, tidak membantah laporan tersebut dan justru memberikan pernyataan positif mengenai kinerja Driscoll.
"Driscoll sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk 'Membuat Amerika Kuat Kembali' di Departemen Angkatan Darat," ujar Kelly.
Ia juga menyebut kepemimpinan luar biasa Driscoll dalam operasi militer serta perannya membantu negosiasi antara Rusia dan Ukraina.