CARAPANDANG - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Sabtu sore. Gunung api aktif tersebut menyemburkan abu vulkanik dengan kolom teramati setinggi 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 3.968 meter di atas permukaan laut.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengonfirmasi bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 15.11 WIB, Minggu (1/3/2027). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara.
"Terjadi hujan di puncak Gunung Merapi, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta awan panas guguran di daerah potensi bahaya," kata Agus Budi Santoso dalam keterangan yang dikutip Berita Satu.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada level III atau Siaga. BPPTKG mencatat potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran masih mungkin terjadi, terutama di sektor selatan hingga barat daya.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.