Beranda Sains & Teknologi Mesin Cetak 3D Ekonomis Buatan China Picu Ledakan Manufaktur Berbasis Desktop

Mesin Cetak 3D Ekonomis Buatan China Picu Ledakan Manufaktur Berbasis Desktop

Seorang pelanggan menyaksikan sebuah mesin cetak 3D yang sedang beroperasi di tempat kustomisasi di gerai utama inno100 di Distrik Nanshan, Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 18 Januari 2026. (Carapandang/Xinhua/Mao Siqian)

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, SHENZHEN, 28 April (Xinhua) -- Aksesori topi berbentuk tangan dari plastik permanen hasil cetak tiga dimensi (3D) mampu melindungi wajah penggunanya dari terik sinar matahari.

   Meskipun baru-baru ini viral di TikTok dan Instagram, aksesori tersebut lebih dari sekadar tren sensasi internet yang menarik. Topi ini menjadi contoh nyata bagaimana mesin cetak 3D konsumen buatan China telah berkembang melampaui batas-batas laboratorium industri yang mahal dan merambah ke ruang-ruang keluarga di berbagai rumah di seluruh dunia, sehingga memunculkan bentuk baru manufaktur sesuai pesanan (on-demand manufacturing) yang secara diam-diam mengubah rantai pasokan dan budaya hobi.

   Teknologi cetak 3D telah menanggalkan reputasinya sebagai alat yang hanya bisa dinikmati kalangan penggemar semata. Berkat mesin cetak 3D yang terjangkau dari produsen-produsen di pusat teknologi Shenzhen, China selatan, teknologi tersebut kini bisa dirasakan oleh semua orang. Dengan harga mulai dari 300 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.227), para penggemar perangkat keras kini dapat mencetak berbagai gawai kreatif siap pakai hanya dalam waktu beberapa jam.

   Shenzhen, pusat elektronik konsumen yang terkenal karena memproduksi produk-produk terlaris di dunia seperti drone dan robot penyedot debu, terus mendobrak batasan-batasan inovasi perangkat keras pintar.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here