Beranda Kolom Negara-Negara Eropa akan Lepaskan Cadangan Minyak di Tengah Gejolak Pasar Energi akibat Konflik Timur Tengah

Negara-Negara Eropa akan Lepaskan Cadangan Minyak di Tengah Gejolak Pasar Energi akibat Konflik Timur Tengah

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" di dekat Selat Hormuz, Iran. (Carapandang/Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)

0
Xinhua

   Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu mengatakan bahwa "sejak awal konflik, harga gas telah naik 50 persen dan harga minyak naik 27 persen."

   Berbicara setelah konferensi video para pemimpin dari Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7), Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa Prancis akan melepaskan 14,5 juta barel dari cadangan minyak strategis.

   Jerman akan melepaskan 19,51 juta barel dari cadangan strategisnya, kata Menteri Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Energi Katherina Reiche, seraya menambahkan bahwa negara itu akan bertindak sesuai prinsip solidaritas IEA.

   Sementara itu, Inggris menyatakan akan melepas 13,5 juta barel minyak untuk membantu melindungi konsumen dari gangguan pasokan global jangka pendek yang dapat memicu volatilitas harga dan merugikan ekonomi global, menurut siaran pers pemerintah.

   Negara-negara Eropa lainnya yang menjadi anggota IEA juga telah mengumumkan kontribusi mereka. Belanda akan melepaskan 5,36 juta barel dari cadangan strategis nasionalnya, sekitar 20 persen dari total cadangannya, kata Menteri Iklim dan Pertumbuhan Hijau Belanda Stientje van Veldhoven-van der Meer pada Rabu.

   Austria akan mulai melepaskan 325.000 ton minyak mentah dari cadangan strategisnya sebagai bagian dari upaya bersama untuk menstabilkan pasar energi global, menurut Menteri Ekonomi, Energi, dan Pariwisata Austria Wolfgang Hattmannsdorfer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here