Kemajuan sebesar itu jarang lahir dari satu terobosan semata. Selama setahun terakhir, para engineer memutakhirkan sistem persendian robot, menyempurnakan strukturnya, dan merombak algoritma kendalinya untuk mendukung gerakan lari berkecepatan tinggi. Para engineer juga telah menyempurnakan sistem navigasinya, sehingga Tien Kung Ultra dapat mempertahankan arah saat melaju kencang tanpa harus bergantung pada marka lintasan.
Namun, memecahkan rekor manusia bukanlah tujuan akhir dari rekayasa teknologi ini. Setiap peningkatan justru menguak kelemahan berikutnya. Bahkan catatan waktu lari 9,39 detik pada Sabtu itu menunjukkan tantangan selanjutnya, bahwa robot tersebut memiliki start yang lebih lambat, meski kecepatan puncaknya yang lebih tinggi memungkinkannya melaju melewati para pesaing pada akhir balapan.
Kompetisi membantu mempercepat proses tersebut. Ajang seperti ini menyediakan target yang jelas, tolok ukur bersama, dan hasil yang nyata. Begitu satu tim menaikkan standar, tim-tim lainnya memiliki patokan baru yang harus dicapai, sekaligus bukti bahwa tingkat performa yang lebih tinggi memang bisa diwujudkan.
Pada akhirnya, tujuan inovasi robot humanoid bukan sekadar membuat robot bergerak menyerupai manusia, melainkan membuat mereka dapat bekerja berdampingan dengan manusia dan menjalankan tugas-tugas yang bermanfaat di dunia nyata.