Beranda Ekonomi Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Aman hingga Lebaran

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Aman hingga Lebaran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri tanpa khawatir akan kenaikan harga BBM subsidi.

0
Ilustrasi

Saat ini, harga Pertalite masih Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Sementara itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite tetap mengikuti mekanisme pasar. Per 1 Maret 2026, Pertamina telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dengan kenaikan berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per liter, diikuti pula oleh badan usaha swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo.

Bahlil mengakui bahwa lonjakan ICP berpotensi menambah beban subsidi energi yang harus ditanggung negara. Namun di sisi lain, kenaikan harga juga berpeluang menambah pendapatan negara dari lifting minyak nasional yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari.

“Ini yang harus kami hitung secara hati-hati. Arahan Presiden (Prabowo Subianto) agar kami memastikan perhitungan subsidi tepat sasaran, namun tetap menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat,” jelas Bahlil.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz, pemerintah mengambil langkah cepat dengan mengalihkan 20-25 persen impor minyak mentah yang biasa berasal dari Timur Tengah ke Amerika Serikat.

Langkah ini juga merupakan bagian dari kesepakatan dagang (Agreement on Reciprocal Trade) dengan AS senilai 15 miliar dolar AS.

“Kita tidak bisa meramal kapan konflik ini selesai. Maka kami ambil skenario terburuk dengan mengalihkan impor crude dari Middle East ke Amerika supaya ada kepastian ketersediaan,” tegas Bahlil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here