Program ini telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 4.252.500 jiwa.
Infrastruktur tersebut juga membuka akses menuju 8.505 sekolah, 4.250 fasilitas kesehatan, serta 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar.
Kurnia menyebut waktu tempuh masyarakat pada titik-titik yang telah tersambung jembatan berkurang antara 45 hingga 50 menit.
"Anak-anak sekolah tidak lagi harus menyeberangi sungai atau menggunakan penyeberangan yang tidak aman sehingga risiko kecelakaan berkurang signifikan," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/7/2026).