Priscilla Kannitha Saputri juga mengaku terpukau dengan pemandangan di taman Shahu. Sambil mendengarkan kicauan burung di antara tumbuhan rami yang rimbun, dia mengambil segenggam pasir halus di tepi danau. Priscilla mengatakan dirinya terpesona dengan pemandangan alam yang menenangkan di Ningxia.
Di Museum Xixia Ningxia, Reyna merenung di depan peninggalan senjata kuno yang dipamerkan, memikirkan adegan perang pedang yang pernah terjadi di Ningxia ribuan tahun silam. Sambil memandang Pegunungan Helan di kejauhan dan peninggalan bangunan bersejarah, Reyna mengatakan sulit membayangkan betapa banyak kisah yang terjadi di sini serta "semua hal menarik dan misterius di dalamnya."
Foto dokumentasi ini menunjukkan sejumlah pengunjung di Museum Xixia Ningxia di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia di Tiongkok barat laut. (Xinhua)
Reyna juga membawa pulang hadiah buatan tangannya sendiri dari Ningxia untuk ibunya, yaitu sebuah kantong pewangi herbal tradisional Tiongkok. "Saya memasukkan daun mugwort dan mentol ke dalamnya dan menjahitnya sendiri dengan tangan. Saya memilih warna biru karena biru adalah warna favorit ibu saya," tuturnya.
Kamp ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta mancanegara untuk saling mengenal. Dalam pesta malam di daerah gurun Ningxia, Anggita mengenakan pakaian tradisional Indonesia dan menampilkan tarian rakyat, sambil belajar kesenian dari negara asal teman-temannya.