Hensa mengingatkan untuk kedapan pemerintah harus membangun komunikasi yang lebih empatik dan berbasis realita yang dirasakan masyarakat.
“Kalau pemerintah ingin publik percaya, jangan hanya bilang ‘semua terkendali’. Tunjukkan apa yang membuat kita bisa percaya bahwa semuanya memang terkendali. Karena kepercayaan publik itu bukan diminta, tapi dibangun,” kata dia.
Ia pun mengingatkan bahwa dalam situasi ekonomi saat ini, kejujuran dan transparansi justru menjadi kunci untuk menjaga legitimasi pemerintah di mata masyarakat.
“Optimisme itu penting, tapi jangan sampai terasa seperti menenangkan diri sendiri. Publik butuh alasan untuk optimis, bukan sekadar ajakan,”ujarnya.