Beranda Internasional Perang dengan Iran Seret Angkatan Laut AS ke Krisis Anggaran, Gaji Terancam

Perang dengan Iran Seret Angkatan Laut AS ke Krisis Anggaran, Gaji Terancam

Gedung Putih telah mengajukan permintaan dana darurat tambahan sebesar 67 miliar dolar AS untuk Departemen Pertahanan.

0
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

CARAPANDANG - Perang yang dilancarkan Presiden Donald Trump terhadap Iran dilaporkan telah memicu krisis keuangan serius di tubuh Angkatan Laut Amerika Serikat. Dokumen internal Pentagon dan wawancara dengan sejumlah pejabat mengungkapkan bahwa Angkatan Laut terpaksa mengalihkan dana dari pos gaji dan berbagai sumber lain untuk menutupi biaya operasi tempur yang membengkak.

Krisis ini dipicu oleh operasi besar-besaran yang dijalankan Angkatan Laut sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.

Selain terlibat dalam serangan awal terhadap Iran, Angkatan Laut juga memikul tanggung jawab besar untuk menjalankan blokade laut yang ekstensif, yang secara signifikan menguras persediaan amunisi dan anggaran operasional.

Sebuah memo Pentagon yang dikutip media mengingatkan adanya kekurangan dalam daftar gaji karena dana tersebut "dirampok" untuk membiayai kebutuhan perang di luar negeri.

Seorang pejabat Angkatan Laut menjelaskan kondisi "darurat" yang memaksa mereka melakukan manuver keuangan internal.

"Uang untuk gaji dirampok untuk membayar kontingensi di luar negeri, dan kini ditutupi kembali menggunakan dana yang belum terpakai. Mereka mengisi kembali pos gaji agar kami menerima pembayaran gaji yang cukup," ujar seorang pejabat Angkatan Laut yang mengetahui rencana penanganan kekurangan dana.

Anggaran Angkatan Laut AS tahun 2026 yang bernilai hampir 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.310 triliun) dinilai tidak mencakup biaya operasi melawan Iran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here