Tak hanya itu, buah berwarna merah cerah ini juga kaya akan antioksidan, seperti antosianin, polifenol, vitamin C, dan beta-karoten yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Kandungan ceri bisa bantu kontrol gula darah
Ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN menjelaskan bahwa kandungan serat dan polifenol alami dalam ceri membantu memperlambat proses pencernaan serta penyerapan glukosa di dalam tubuh.
Dengan begitu, peningkatan kadar gula darah setelah makan dapat terjadi secara lebih bertahap.
Sementara itu, Warner mengatakan bahwa antosianin yang terkandung dalam ceri juga memiliki potensi memberikan manfaat tambahan.
"Menurut penelitian, antosianin dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, dua faktor kunci dalam pengaturan gula darah," katanya.
Tetap perhatikan porsinya
Meski memiliki manfaat bagi pengaturan gula darah, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi ceri tetap perlu dibatasi agar asupan karbohidrat tidak berlebihan.
"Batasi porsi antara setengah hingga satu cangkir untuk menjaga beban karbohidrat tetap rendah," kata Routhenstein.
Warner juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi ceri secara berlebihan.
"Lebih dari itu, beban gula mulai bertambah, bahkan dengan buah yang memiliki indeks glikemik rendah," katanya.
Selain memperhatikan jumlahnya, Routhenstein menyarankan untuk memilih ceri utuh, baik yang segar maupun beku, dibandingkan jus ceri atau konsentrat ceri kering.