Adapun kronologi tragedi yang terjadi pada 27 April 2026, diduga bermula dari KRL dengan kode 5181 menabrak satu unit taksi di perlintasan kereta dekat Bulak Kapal, Bekasi.
Akibatnya, KRL berkode 5568 yang mengarah Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Namun, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak KRL tersebut hingga menembus sejumlah gerbong.
Polda Metro Jaya mengungkapkan hingga Selasa (28/4) sore tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Pada kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.
Selain itu, Presiden menyetujui pembangunan jalan layang di Bekasi untuk mencegah berulangnya peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api.