CARAPANDANG - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez melontarkan kritik tajam terhadap standar ganda komunitas internasional dalam menanggapi konflik global, seraya menyerukan konsistensi dalam penegakan hukum internasional di hadapan parlemen Spanyol pada Rabu (25/3/2026).
Sanchez menegaskan bahwa negara-negara tidak dapat mengutuk invasi Rusia ke Ukraina di satu sisi, tetapi tetap diam terhadap pelanggaran di wilayah lain.
"Apa yang tidak bisa kita lakukan adalah mengutuk invasi ke Ukraina dan bertepuk tangan atas serangan Iran," ujar Sanchez di hadapan majelis rendah parlemen Spanyol.
Ia juga menyoroti inkonsistensi dalam memperjuangkan integritas teritorial.
"Kita tidak bisa menuntut penghormatan terhadap integritas teritorial Greenland, tetapi tetap diam ketika integritas teritorial dilanggar di Gaza atau Lebanon," tegasnya.
Sanchez memperingatkan bahwa reaksi selektif pada akhirnya akan merusak kredibilitas tatanan dunia berbasis aturan. Menurutnya, mempertahankan tatanan internasional membutuhkan koherensi dan konsistensi.
Perdana Menteri Spanyol itu juga menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya mengulangi "kehancuran dan penderitaan yang sama yang dilakukan di Gaza" di Lebanon.