CARAPANDANG.COM, TEHERAN -- Ketegangan regional masih tinggi sejak serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran dimulai pada 28 Februari, yang kemudian dibalas dengan serangan Iran dan kelompok-kelompok sekutunya terhadap aset-aset AS dan Israel di seluruh Timur Tengah.
Hingga pertengahan Maret, berbagai laporan menunjukkan bahwa lebih dari 1.300 warga sipil tewas di Iran akibat serangan AS dan Israel, dengan data dari Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS menunjukkan 1.168 hingga lebih dari 1.200 kematian pada pekan-pekan awal konflik.
Lebih dari 10.000 warga sipil luka-luka, dan sekitar 3,2 juta orang terpaksa mengungsi, ungkap pejabat kesehatan Iran dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UN High Commissioner for Refugees/UNHCR).
Seorang wanita berdiri di depan bangunan-bangunan yang rusak di Teheran, Iran, pada 12 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2026 ini menunjukkan rumah-rumah yang hancur di Teheran, Iran. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Orang-orang memasukkan barang yang ditemukan dari rumah-rumah yang hancur ke sebuah kendaraan di Teheran, Iran, pada 12 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Seorang pria membawa barang-barang yang ditemukan dari rumah-rumah yang hancur di Teheran, Iran, 12 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)