CARAPANDANG - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menjadi bahan kajian para pakar dan lembaga internasional, termasuk dari Gedung Putih, Amerika Serikat. Program ini dinilai sebagai investasi sosial-ekonomi yang strategis.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam taklimat lanjutan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan MBG merupakan bagian dari upaya besar untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi, sekaligus mengalihkan pusaran ekonomi agar lebih banyak berputar di desa.
“Kita harus mengubah aliran uang dari desa ke kota dan ke luar negeri. Kita hentikan antara lain dengan MBG,” ujar Prabowo.
Presiden menyebutkan, dalam kurun satu tahun, program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Capaian ini, menurutnya, melampaui berbagai prediksi pesimistis yang meragukan kemampuan pelaksanaan program berskala nasional.
“Banyak orang meramalkan pasti gagal, sekian ribu keracunan. Faktanya, statistik keracunan hanya 0,008 atau 7 persen. Artinya, 99,99 persen usaha MBG berhasil,” tegasnya.
Keberhasilan itu disebut menarik minat kalangan internasional. Prabowo mengungkapkan bahwa para ahli dari Gedung Putih sedang mempelajari pelaksanaan MBG di Indonesia.
Sebelumnya, Rockefeller Institute juga menilai program ini sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah negara.