Mengapa kita harus melaksanakan puasa Syawwal? Ada tiga pelajaran penting di dalamnya:
Pertama, sebagai tanda syukur. Puasa Syawwal adalah ungkapan syukur kita karena Allah SWT telah menolong kita menyelesaikan puasa Ramadhan. Seorang hamba yang bersyukur tidak akan langsung berleha-leha setelah diberi nikmat, melainkan ia akan menambah pengabdiannya.
Kedua, Puasa Syawwal sebagai penambal kekurangan. Sama seperti shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan shalat fardhu kita, puasa Syawwal hadir untuk menambal kekurangan, kelalaian, dan debu-debu dosa yang mungkin terselip saat kita berpuasa Ramadhan kemarin.
Ketiga, sebagai bukti istiqamah. Puasa ini adalah pembuktian bahwa kita adalah Hamba Allah, bukan Hamba Ramadhan. Jika kita hanya beribadah di bulan Ramadhan, berarti kita adalah hambanya Ramadhan. Namun jika kita tetap beribadah di bulan Syawwal dan bulan-bulan lainnya, itu tandanya kita adalah hamba Allah SWT yang sejati.
Seorang ulama bernama Ibnu Rajab al-Hanbali, memberikan mutiara hikmah dalam Kitab Lathaif al-Ma’arif yang bisa kita renungkan bersama maknanya: "Membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa Ramadhan. Karena sesungguhnya Allah, jika menerima amal seorang hamba, maka Dia akan memberi taufik (kemudahan) untuk melakukan amal saleh setelahnya."