Beranda Inspirasi Puasa Syawal: Estafet Kebaikan Pasca Ramadhan Selalu Terjaga

Puasa Syawal: Estafet Kebaikan Pasca Ramadhan Selalu Terjaga

Baru saja kita meninggalkan bulan suci Ramadhan. Suasana masjid yang ramai, lantunan al-Qur'an yang syahdu, dan lisan yang terjaga dari maksiat mungkin masih terasa hangat dalam ingatan kita. Namun, pertanyaan besar yang menghampiri kita sekarang adalah: "Apakah ibadah kita, kesalehan kita hanya berhenti di bulan Ramadhan saja

0
puasa Syawal tanda iman kita meningkat & estafet kebaikan pasca lebaran

 Jangan biarkan Syawwal berlalu begitu saja hanya dengan pesta pora dan makan-makan. Mari cari waktu terbaik—boleh berurutan, boleh juga terpisah selama masih di bulan Syawwal—untuk melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawwal. Jika kita sanggup menahan lapar dan dahaga selama 30 hari, tentu hanya 6 hari saja tidak akan terasa berat bagi jiwa yang sudah terbiasa dengan kebaikan.

Puasa Syawwal adalah momentum untuk menjaga nyala api iman di hati kita. Jangan biarkan api itu padam hanya karena Ramadhan telah berpamitan. Bagi yang masih memiliki hutang puasa (qadha) Ramadhan, para ulama menyarankan untuk mendahulukan membayar hutang tersebut barulah melaksanakan puasa Syawwal, agar kewajiban kita tuntas sebelum mengerjakan yang sunnah. Namun, intinya adalah jangan sampai bulan ini pergi meninggalkan kita tanpa ada bekas amal saleh yang konsisten.

Mari kita jadikan Syawwal sebagai bulan "Peningkatan" , sesuai dengan arti kata Syawwal itu sendiri. kita jadikan bulan Syawwal ini sebagai bulan untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh sebagaimana yang sudah kita biasakan di bulan Ramadhan kemarin. Khususnya dalam melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawwal. Mengingat keutamannya luar biasa. Semoga kita semua dimudahkan dan diberikan taufik agar istiqomah dalam beribadah dan mengerjakan amal-amal saleh.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here