Beranda Pemprov Sumbar Rakor Perekonomian Sumatera Barat 2025, Gubernur: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Dirasakan Masyarakat

Rakor Perekonomian Sumatera Barat 2025, Gubernur: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Dirasakan Masyarakat

0
Rakor Perekonomian Sumatera Barat 2025, Gubernur: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Dirasakan Masyarakat

“Pembangunan Sumatera Barat harus tetap berlandaskan nilai ‘Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah’, agar pembangunan tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memuliakan manusia dan menjaga kelestarian alam,” ujar Gubernur menutup arahannya.

Potret Ekonomi dan Tantangan Daerah

Berdasarkan data 2022–2024, Kota Padang berkontribusi paling besar terhadap perekonomian Sumatera Barat, yakni 25,87%, diikuti Kabupaten Agam (8,60%) dan Padang Pariaman (8,24%). Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar PDRB (21,76%), diikuti sektor perdagangan (16,41%) yang banyak digerakkan oleh UMKM.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan seperti ketimpangan pertumbuhan antarwilayah, keterbatasan ruang fiskal, serta efisiensi investasi yang rendah akibat tingginya ICOR.

Sinkronisasi dan Kolaborasi Antarwilayah

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat, Kuartini Deti Putri, menjelaskan bahwa pelaksanaan rakor ini memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Nasional 2024–2029 dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2025–2029.

Rakor ini juga merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat pada 24 Juli 2025.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait