Sari menjelaskan Kementerian Sekretariat Negara melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) berperan sebagai pintu masuk berbagai program kerja sama internasional yang kemudian dikoordinasikan dan disalurkan kepada kementerian serta lembaga terkait di Indonesia.
Ia menambahkan, salah satu sektor yang menjadi prioritas untuk dipercepat dalam kerja sama dengan China adalah digitalisasi dan teknologi.
"Program yang ingin kita adopt lebih cepat adalah di bidang digitalisasi dan juga teknologi. Itu yang paling ingin cepat kita capai," katanya menjelaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan pertemuan alumni yang digelar tahun ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan Kedutaan Besar China di Indonesia dan akan kembali dilaksanakan pada tahun depan.
Menurut Wang Lutong, dalam 20 tahun terakhir lebih dari 4.000 warga Indonesia telah mengikuti berbagai program pelatihan dan kunjungan ke China, yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara, guru, hingga kepala desa.
"Perdagangan dan investasi bukanlah segalanya dalam hubungan Indonesia dan China. Masyarakat selalu menjadi fondasi hubungan bilateral dan mereka yang seharusnya mendapatkan manfaat dari kerja sama ini," kata Wang Lutong.