Beranda Ekonomi Rupiah Melemah Dipicu Ketegangan AS Iran yang Tingkatkan Harga Energi

Rupiah Melemah Dipicu Ketegangan AS Iran yang Tingkatkan Harga Energi

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi melemah 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.

0
istimewa

Karena tidak menemui titik temu antara kedua belah pihak, pertemuan untuk pembicaraan negosiasi putaran kedua di Pakistan yang direncanakan terjadi pada Rabu (22/4) akhirnya tertunda.

Anadolu melaporkan bahwa harga energi melonjak karena ketidakpastian tentang gencatan senjata AS-Iran yang rapuh dan risiko negosiasi damai gagal, sehingga memicu kekhawatiran baru tentang gangguan pasokan global.

Minyak mentah Brent berada di sekitar 98,50 dolar AS per barel pada pukul 18:40 GMT per Selasa (22/4), sementara patokan AS West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi sekitar 89,60 dolar AS per barel.

Harga gas alam Eropa juga naik 8,2 persen, dengan kontrak berjangka TTF (Title Transfer Facility) meningkat ke sekitar 51,3 dolar AS per megawatt-jam karena pasar memperhitungkan risiko yang lebih rendah terhadap gangguan pasokan yang lebih dalam.

Sentimen lain berasal dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama turut memperkuat dolar AS, sehingga mendorong arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Melihat dari sisi domestik, lanjut dia, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen mencerminkan fokus pada stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

Namun, ruang kebijakan yang terbatas akibat inflasi yang mendekati batas atas target serta meningkatnya tekanan harga energi membuat respons pasar cenderung berhati-hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here