CARAPANDANG.COM, SANAA -- Setiap pagi, Abdul Qader Khaled, warga Sanaa, Yaman, datang lebih awal ke sebuah dapur amal sederhana, bergabung dalam antrean untuk mendapatkan makanan gratis bagi keluarganya yang beranggotakan lima orang.
Dia menggenggam wadah plastik dan tas usang, menunggu dengan sabar jatah makanan hari itu.
"Saya datang ke sini lebih awal setiap hari," tuturnya. "Kadang saya khawatir akan pulang dengan tangan hampa. Tapi syukurlah, pengelola dapur memanggil nama saya, dan saya bisa membawa pulang makanan untuk keluarga."
Bagi Khaled dan ratusan warga setempat lainnya, makanan gratis yang disediakan dapur tersebut, yang dikelola oleh direkturnya Abu Badr al-Yamani dengan bantuan relawan lokal serta didukung donasi masyarakat, menjadi salah satu hal yang paling mereka nantikan setiap hari.
Menurut al-Yamani, dapur itu memasak dalam jumlah besar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 500 keluarga, termasuk warga miskin, orang sakit, pengangguran, dan rumah tangga berpenghasilan rendah.
"Kebahagiaan orang-orang yang membutuhkan saat menerima kantong makanan ini sungguh luar biasa, dan itu adalah berkah besar ... Ini semakin memotivasi kami untuk membantu mereka, meskipun makanan ini tak sebanding dengan kebutuhan mereka," ujarnya.