"Melintasi Garis Kuning di dekat pasukan IDF, sambil membawa senjata, merupakan pelanggaran gencatan senjata yang eksplisit," kata pejabat militer tersebut, seraya menuduh Hamas secara sistematis melanggar kesepakatan.
Sejak gencatan senjata fase kedua dimulai bulan lalu, kekerasan masih terus terjadi dengan kedua belah pihak saling tuduh.
Di pihak Palestina, Juru Bicara Hamas Hazem Qassem mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebutnya sebagai "pelanggaran serius" terhadap kesepakatan gencatan senjata.
"Menargetkan pengungsi di tenda-tenda mereka adalah pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata," tegas Qassem.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 601 orang, sementara 1.607 lainnya terluka.
Di pihak Israel, militer menyebutkan empat tentaranya tewas dalam periode yang sama.
Secara keseluruhan, total korban jiwa sejak konflik meletus 7 Oktober 2023 kini mencapai 72.061 orang di Gaza, dengan 171.715 terluka.
Di tengah eskalasi ini, rencana pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) gagasan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis (19/2) mendatang.
Dewan yang bertujuan mengawasi rekonstruksi dan tata kelola Gaza pasca-konflik ini akan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dipastikan tidak hadir.