Beranda Internasional Suriah, Irak, dan Bahrain Kembali Buka Wilayah Udara

Suriah, Irak, dan Bahrain Kembali Buka Wilayah Udara

0
Suriah, Irak, dan Bahrain Kembali Buka Wilayah Udara

Keputusan tersebut menyusul penutupan selama beberapa pekan yang diberlakukan sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya konflik regional, dengan para pejabat berulang kali menyebutkan risiko keamanan terhadap penerbangan sipil.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (7/4), mengumumkan bahwa ia setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan.

Pengumuman itu dilakukan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menerima perjanjian atau menghadapi apa yang ia gambarkan sebagai kehancuran "seluruh peradaban".

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 1.400 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran belum memperbarui jumlah korban dalam beberapa hari terakhir.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer milik AS. Hal itu juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here