"Bagi Gen Z, definisi kesuksesan bukanlah kekayaan materi, melainkan kehidupan yang penuh tujuan, dampak, dan cinta. Dikatakan bahwa uang bukanlah segalanya, dan kebahagiaan tidak dapat dibeli. Gen Z tampaknya memahami hal ini secara intuitif, dan hal ini membentuk cara mereka mengambil keputusan hidup, baik besar maupun kecil," jelas Akshata Udiavar, ahli perbankan dan pasar modal sekaligus ahli strategi yang merancang pendekatan berpusat pada manusia dalam EY.
Di era digital, menjadi viral memang bisa membuka banyak peluang, tetapi popularitas bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Semakin banyak Gen Z yang memaknai sukses sebagai kemampuan untuk hidup sesuai nilai yang diyakini, memiliki pekerjaan yang bermakna, menjaga kesehatan mental, terus berkembang, dan menikmati proses tanpa harus terus mencari validasi dari media sosial.