Tim SAR gabungan mulai bergerak menuju titik-titik penempatan pada Sabtu (15/8) malam. Berlanjut pada Minggu (16/ personel melakukan pemantauan terhadap pergerakan pendaki menuju puncak.
Kondisi cuaca di kawasan Gunung Bawakaraeng dilaporkan cerah. Basarnas Makassar selalu mengingatkan pendaki agar memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.
Menurut dia, semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai karena euforia pendakian membuat pendaki mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan.
Siaga Khusus Merah Putih berlangsung sejak 18 Agustus 2026. 15-18 Agustus 2026. Selama periode tersebut, personel SAR gabungan tetap berada di titik penempatan masing-masing untuk melakukan pemantauan dan memberikan respons cepat bila dibutuhkan.
Untuk jumlah personel SAR Gabungan tercatat sebanyak 211 personel dari berbagai unsur dalam operasi Siaga Khusus tersebut. Seperti Tim Rescue KPP Makassar, SAR Locus, SAR Marteam, KSR PNUP, Redcar, TBM UMI, Saukang Explorer, SAR Hasanuddin, Daeng Tisia Rescue.
Selanjutnya, TRC Tonasa, Tekpala UMI, Mapala UMI, Kedokteran UMI, Siaga Ners, KSR Sakura, SAR UNM, Humanity, KSR PMI UMI, KSR UMI, Koopsa, DPG, WPLH-Fosil MKS, Jejak Kanreapia Rescue, Rescue Bulu Bialo, TBF Sternum Unhas, SAR Pangkep, SRT, Kalla Rescue, dan Team Alfa.