Gamal juga menekankan lima aspek utama pengembangan kota cerdas, antara lain tata kelola spasial berbasis data, pengelolaan pertumbuhan perkotaan, pengukuran keberhasilan melalui indikator keberlanjutan, penguatan ketahanan kota terhadap perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan agar manfaat teknologi dan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Ia menegaskan evolusi konsep smart city menunjukkan pergeseran dari fokus pada pengumpulan data menuju kemampuan mengelola transformasi perkotaan secara menyeluruh.
Kota yang berhasil pada masa depan, menurutnya, bukanlah kota dengan teknologi paling maju, melainkan kota yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Forum internasional tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan, untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Melalui gerai pada pameran dan keterlibatan aktif dalam berbagai sesi diskusi, UI mempromosikan program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau karya sivitas akademika.
Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi UI untuk memperluas jejaring global, bertukar pengetahuan, mempelajari praktik terbaik dunia, dan menjajaki kolaborasi strategis dengan berbagai institusi internasional.