CARAPANDANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah signifikan. Hingga Senin (17/8/2026), jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan dilaporkan mencapai 7.968 unit, sementara fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak tercatat sebanyak 744 unit.
Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani menyatakan angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diverifikasi seiring pendataan di lapangan.
Mengutip laporan Antaranews, dari total kerusakan rumah, sebaran terbanyak tercatat di Kabupaten Ngada dengan 1.796 unit, disusul Manggarai (984 unit), dan Manggarai Barat (914 unit).
Kerusakan fasilitas umum mencakup 10 ruas jalan, 11 fasilitas pendidikan, 10 fasilitas kesehatan, serta sejumlah perkantoran dan rumah ibadah.
Hingga hari ketiga penanganan darurat, jumlah korban jiwa tercatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang luka-luka.
Korban meninggal terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai (26 jiwa) dan Manggarai Timur (24 jiwa).
Pemerintah pusat telah mengerahkan bantuan logistik dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk percepatan penanganan.
Bantuan perbaikan rumah disiapkan dengan rincian Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp70 juta untuk rusak berat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan agar bantuan segera tersalurkan.