CARAPANDANG – Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan peristiwa longsornya gunungan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi yang menyebabkan empat orang meninggal dunia menjadi peringatan serius.
Peristiwa tersebut juga menjadi alarm krisis sampah yang saat ini terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Saat ini, persoalan sampah di Indonesia sudah masuk pada tahap yang sangat serius.
Setiap tahun Indonesia memproduksi sampah mencapai 56 juta ton, namun yang benar-benar bisa dikelola dengan baik baru sekitar 40 persen. Sehingga masih banyak sampah yang belum tertangi secara optimal.
"Artinya, masih ada sebagian besar sampah yang belum tertangani secara optimal," kata Eddy kepada wartawan, Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya kondisi di TPST Bantargebang cukup menjadi pengingat betapa akutnya persoalan sampah di Indonesia. Sampah menggunung sangat tinggi dan bisa disamakan dengan gedung bertingkat sekitar 16 hingga 17 lantai.
“Gunungan sampah di sana sudah sangat tinggi, bahkan bisa diibaratkan setara dengan gedung bertingkat belasan lantai. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditunda penanganannya,” kata Eddy.
Eddy mengatakan, pemerintah telah merespon krisis sampah dengan mengeluarkan Perpres 109 Tahun 2025 untuk penanganan sampah melalui pembakaran sampah menjadi listrik atau energi terbarukan dalam bentuk PSEL (Pembangkit Sampah Energi Listrik). Namun, PSEL membutuhkan waktu 18 bulan hingga 2 tahun untuk beroperasi.