Remaja menjadi kelompok yang tidak bisa terhindar dari masalah kesehatan mental, secara global 1 dari 7 mengalami masalah tersebut.
Remaja tidak 'benar-benar sehat'
Meski dianggap sebagai populasi yang sehat, ternyata remaja bukan populasi yang benar-benar sehat. Ada banyak permasalahan yang tertutupi, seperti soal fisik, sosial, mental dan perilaku yang berlebihan. Permasalahan fisik yang menghantui remaja, di antaranya anemia, risiko penyakit metabolik seperti obesitas, hipertensi, kecing manis—gangguan nutrisi seperti stunting, obesitas, lalu penyakit menular.
Permasalahan sosial turut dihadapi oleh remaja, yaitu kecanduan gadget, perundungan dan juga perilaku berisiko seperti coba-coba berhubungan badan yang bisa menyebabkan kehamilan, balapan liar, merokok, alkohol, obat-obatan, bahkan judi online.
"Gangguan paling sering adalah depresi, anxiety atau kecemasan dan gangguan perilaku. Bunuh diri merupakan penyebab nomor tiga tertinggi dari kematian populasi usia muda. Jadi, hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk kita perhatikan, karena kita berperan untuk mengatasi gangguan mental itu," jelas dr. Angga.
Sepertiga remaja mengalami gangguan mental
Populasi remaja di Indonesia mencapai 46 juta. Namun 15,5 juta atau sepertiganya memiliki masalah kesehatan mental menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS).