Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.
Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran baru akan terjadinya inflasi global yang berkepanjangan dan ancaman stagflasi, terutama setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih lemah dari perkiraan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu, ia juga mengumumkan penghentian serangan tersebut kecuali jika ada agresi yang berasal dari negara-negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri China enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk dukungan lain yang diberikan negara tersebut kepada Iran pasca serangan Amerika Serikat dan Israel.
Formasi pengawal bendera terbang melintasi Lapangan Tian'anmen dalam sebuah pertemuan akbar untuk memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Antifasis Dunia di Beijing, ibu kota China, pada 3 September 2025. (Xinhua/Zhang Tao)
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 16 September 2025 ini menunjukkan Eyal Zamir (kedua dari kanan), kepala militer Israel, di Jalur Gaza. (Xinhua/IDF)
Perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina Mikhail Ulyanov mengatakan, Rusia siap menjadi mediator dalam perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) jika memang diperlukan.
Ketegangan diplomatik antara kedua negara sekutu ini semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutuskan hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Serangan militer besar-besaran terhadap Iran yang diluncurkan akhir pekan lalu menandai perubahan haluan drastis menuju kebijakan luar negeri yang hawkish.