Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran di Selat Hormuz, Iran. (Carapandang/Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya pada Rabu (8/4/2026) menegaskan bahwa perjalanan aman melalui jalur vital energi dunia tersebut hanya dimungkinkan melalui koordinasi dengan militer Iran serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada.
Sejumlah kapal mulai kembali melintasi Selat Hormuz, menandai upaya mendesak perusahaan pelayaran dan para pemimpin dunia untuk memastikan pengiriman kargo vital tetap berjalan
Kapal tanker berbendera Rusia, Anatoly Kolodkin, yang terkena sanksi AS, Uni Eropa, dan Inggris pasca invasi Rusia ke Ukraina, kini berada di perairan timur Kuba.
Berdasarkan data pelacak kapal MarineTraffic per 20-22 Maret, kapal-kapal yang tidak dapat beroperasi tersebut terdiri atas 324 kapasitas curah (bulk carriers), 315 kapal pengangkut produk minyak/kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak bumi, dan 211 kapal tanker minyak mentah.
Di tengah konflik berkecamuk dan ancaman keamanan yang tinggi, selat tersebut tidak sepenuhnya tertutup, melainkan beroperasi secara selektif dengan Iran sebagai aktor kunci yang mengendalikan aksesnya.